Coretan hati

SANG PENGHIBUR

Setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi terdengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela,,,
tak lagi ku cerna dalam jiwaku
aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasib menyapu bumi
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam????
yang berkilau bagai permata
menghibur jiwa yang lelap penuh lara
bukankah hidup adalah penantian??
tak harus kencang ku berlari
kuhelakkan nafas panjang
hentakkan kaki menuju cahaya……

HARMONI

Aku mengenalmu tak cukup lama
namun banyak pelajaran yang aku terima
kau membuatku mengerti
tentang dunia ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal dilukis dengan pesan damai
dan terwujud sebuah harmoni,,,
Segala kebaikan takkan terhapus
oleh kepahitan dan penantian
kulapangkan resah jiwa dan kupercaya
semua akan berujung indah ,

TERLUKA

Langit masih terbalut mendung hitam
masih kucemas bila saatnya retak
badai angin topan menghempas
kapankah semua akan berakhir??
lumpur mengendap pilunya luka
menguras sinar mentari tak lagi menyengat
apakah ini akhir dari ku berpijak???
tak mungkin terluka tapi ku sensara
jangan salahkan nasib hidup
siratkan hati, siratkan jiwa
tak segalanya akan berakhir
Gelombang biru mengoncang
menyapu bumi mengiris hati
puing puing lara tersisa
dalam hati yang gundah
bilakah fajar bersinar dan menerangi hati ini
membunuh prasangkah nista
mengubur khayalan indah
mencoba tuk tersenyum dan tertawa
Keagungan Ilahi

Ratu malam sang rembulanRaja siang sang matahariKeduanya selalu bertentangan,Tarik menarikDorong mendorongSaling menguasai,Seolah selalu bertanding tiada hentiTiada yang kalahTak ada yang menang,Karena dengan kedua sifat yang bertentangan iniSeluruh alam semesta bergerak!Dunia berputar,Saling mengisi,Yang satu melengkapi yang lainTanpa yang satuTakkan ada yang lain,Siang dan malamTerang dan gelapBAik dan jahatTanpa yang satu,Apakah yang lain itu akan ada?Tanpa adanya gelap,Dapatkah kita mengenal terang?Inilah sebuah kenyataanYang telah dikenhendaki AllahTanpa kehendaknya, takkan terjadi apa-apa
Mungkin kau berencana pergi,seperti ruh manusiatinggalkan dunia membawa hampir semuakemanisan diri bersamanyaKau pelanai kudamuKau benar-benar harus pergiIngat kau punya teman disini yang setiarumput dan langitPernahkah kukecewakan dirimu ?Mungkin kau tengah marahTetapi ingatlah malam-malamyang penuh percakapan,karya-karya bagus,melati-melati kuning di pinggir lautKrinduan, ujar Jibrilbiarlah demikianSyam-i Tabriz,Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agamaAku telah mendobrak kedalam kerinduan,Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnyatapi tiada semacam iniSang inti penuntun pada cintaJiwa membantu sumber ilhamPegang erat sakit istimewamu iniIa juga bisa membawamu pada TuhanTugasku adalah membawa cinta inisebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,untuk pergi kemanapun kaumelangkahdan menatap lumpur-lumpuryang terinjak olehmumuram cahaya mentari,pucat dingding iniCinta menjauhCahayanya berubahTernyata ku perlu keanggunanlebih dari yang kupikirkan
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusahameraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

 

UNTUK ISTRIKU
Senyummu adalah bahagiaku Ceriamu adalah dambaku Gelisahmu adalah kebimbanganku Air matamu adalah kesedihanku Kau pelipur lara dukaku Kau pengiring suka citaku Bersama kita dalam hari-hari keberkahan Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu.. Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu Wahai bintang, bulan dan angin Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya “Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah”
Sodara2ku, kartam family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: