pesta laut

pesta laut / nyadran = sedekah bumi di desaku???

kemarin minggu 24/08 didaerah yang aku tinggali ada sebuah perayaan pesta laut yang dikenal dengan istilah Nyadranan / sedekah bumi .
acara ini di adakan karena untuk menjunjung tradisi yang sudah turun-temurun, kita harus melaksanakannya meski dengan segala keterbatasan,kata Drajat, dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing. Beberapa acara yang disajikan diantaranya lomba perahu hias, pagelaran wayang kulit, dan orkes dangdut.

tujuan dari acara ini :
sebagai rasa syukur dan doa para nelayan agar diberi kelimpahan rejeki. “Pesta laut ini sudah menjadi bagian tradisi para nelayan untuk mengucapkan rasa bersyukur kepada yang maha kuasa

Prosesi acara inti:
sesaji di atas perahu yang dilarung ke laut. Sesaji itu berisikan bunga tujuh rupa, kepala kerbau, kain kafan dan sejumlah syarat mistis lainnya. Perahu ini nantinya di lepas di tengah laut untuk diperebutkan oleh ratusan nelayan. “Kita berebut dengan nelayan lainnya, untuk mendapatkan sesajenan di dalam perahu. Kalau dapatnya banyak katanya rejekinya banyak

harapan dari acara ini :
semoga dengan kegiatan ini, rezeki kita semakin lancar.
bisa dijadikan sebagai ajang tali silahturahmi sesama nelayan.”Kita berharap, para nelayan tetap bersabar dan terus berdoa agar
kondisi ini dapat segera berupa dan nelayan di sini kembali hidup sejahtera, terlebih ini juga bisa memupuk rasa kebersamaan sesama nelayan, senasib dan sepenanggungan

= SEDEKAH BUMI DI DESAKU
klo bicara nyandran jadi inget sama kampung halaman..

tradisi ini dilaksanakan bulan 10 di hari kamis kliwon atau legi setelah panen padi.biasanya org di perantauan dari kampungku sempatin pulang,wajar kalo acara ini selalu meriah dari pada acara lainnya.

tujuan acara ini :
hampir sama dengan pesta laut yaitu sebagai rasa syukur dan doa para petani agar diberi kelimpahan rejeki. “sedekah bumi ini sudah menjadi bagian tradisi para warga untuk mengucapkan rasa bersyukur kepada yang maha kuasa

prosesi acara :
acara sedekah bumi dilaksanakan 2 hari,
sore hari acara lelang aset desa berupa sawah desa, sungai, retribusi mobil sambil menikmati hidangan daging kambing (sampai 100 lebih kambing).
Penyembelihan kambing ini dilakukan oleh warga yang ingin memenuhi nazarnya ada juga yang mengelar tontonan reog, Daging kambing ini pun dimakan beramai-ramai oleh seluruh masyarakat yang datang.anehnya untuk urusan dapur/ masak orang laki-laki semua

malem ada hiburan REOG bagi yang nazar biasanya sampai 3 tempat pertunjukan.
maleman di makom mbah luqman Hakim diisi dengan tahlilan dan pengajian, sambil bawa makanan dari rumah untuk diberikan pada orang yang meminta sambil menunggu pembagian daging kambing.ada juga yang nyekar pake’ bunga tapi ada juga yang pake’ menyan segala.

paginya acara inti yaitu semua orang kampung tumplek blek datang dengan membawa makanan.ada yang bagi rezeki (udik-udik-an)berupa uang receh 100,500,1000 bahkan ada yang 10.000 yang di lempar ke lapangan dimana orang2 sudah siap disana.ada yang kirim doa ke makam leluhur,ada yang sibuk membagikan makanan dan daging kambing,yang tak kalah seru tontonan reog yang memperlihatkan kebolehanya masing2

harapannya :
sama seperti diatas

permasalahnya:
muncul keraguan dalam diriku,karna acara ini tidak ada tuntunannya dalam agama yang aku yakini. di sisi lain acara ini adalah sebuah budaya/tradisi yang harus dilestarikan.

kesimpulanku :
selagi acara ini tak menjurus ke Menyekutukan Allah SWT dan yang dilarang oleh agama,bagiku wajar2 saja.apalagi diisi dengan tahlilan dan pengajian.tinggal cara kita menyikapinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: