stop Ngemil

Terlalu lama menonton televisi, bisa-bisa tangan Anda ‘gatal’ ingin ngemil.

Selasa, 21 April 2009 | 15:49 WIB

KOMPAS.com – Makan sedikit, tapi setiap setengah jam ada saja yang Anda kunyah, entah itu keripik kentang, cokelat, sampai gorengan. Enggak heran jika angka di timbangan tak bergeser ke angka yang diinginkan. Makanya, mulai sekarang jangan ragu untuk bilang “tidak” pada camilan!

Jangan lupa makan!
Sama pentingnya dengan aturan minum obat, jadwal makan tiga kali sehari juga wajib dipatuhi setiap orang. Memiliki jadwal makan teratur akan menghindari Anda dari rasa lapar berlebihan. Dalam kondisi lapar, kadar gula Anda rendah, sehingga otak tak mampu mempertahankan kadar serotonin di dalam darah. Akibatnya, Anda akan merasa uring-uringan dan mencari pelampiasan dengan cara ngemil.

Minum air putih
Sudah makan tapi perut masih memanggil-manggil minta diisi? Jawab saja dengan minum segelas air putih dingin. Bukan hanya menyegarkan tenggorokan, pikiran Anda akan ikut terasa segar. Air putih juga mampu mendatangkan perasaan kenyang, sehingga bisa membantu meredam hasrat ngemil. Tambahkan perasan jeruk lemon, potongan stroberi, atau daun mint, supaya cita rasa air putih Anda lebih seru.

Tundalah
Dalam hal yang satu ini, menunda pekerjaan bukanlah hal yang buruk. Jika hasrat ngemil muncul, jangan langsung menyikapinya dengan tindakan. Tundalah melakukan apa pun selama kira-kira 5 menit. Sembari mengisi waktu, regangkan kedua tangan ke atas kepala, tarik napas dalam-dalam dan kosongkan pikiran Anda. Biasanya, hasrat mengunyah akan berangsur lenyap begitu Anda mulai merasa santai.

Sikat gigi
Membersihkan gigi dan merasakan sensasi rasa mint di dalam mulut bisa membantu Anda mengusir keinginan ngemil. Sayang kan, kalau gigi bersih dan nafas segar Anda akan dicemari lagi oleh aroma makanan? Jika tidak sempat menyikat gigi, Anda bisa mengunyah permen karet sugar-free rasa mint. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengunyah sesuatu tanpa dihantui rasa bersalah.

Patuhi daftar belanja
Pemicu lain hasrat ngemil adalah isi lemari makanan Anda. Meski sebelumnya tidak kepikiran untuk ngemil, menyaksikan beraneka makanan ringan di depan mata bisa bikin air liur menetes. Makanya, sebelum pergi ke supermarket, buatlah daftar belanjaan dari rumah. Jangan cantumkan camilan di dalamnya. Jangan tergoda untuk menambahkan benda yang tidak ada dalam daftar ke dalam trolley.

Cari kesibukan
Dalam keadaan sibuk, tentunya tangan Anda tak akan sempat menyambar camilan, bukan? Makanya, ketika Anda mulai merasa ingin mengunyah sesuatu, carilah kesibukan yang membuat kedua tangan Anda aktif. Bila sedang di kantor, Anda bisa berlagak sok sibuk dan tak punya waktu untuk mengalihkan kedua tangan dari keyboard. Jika di rumah, alternatifnya lebih banyak. Langsung lakukan hobi Anda seperti berkebun, merajut, merapikan lemari, atau menyemir sepatu. Facebook-an juga menarik.

Minum teh herbal
Seringkali, pemicu keinginan untuk ngemil adalah perasaan stres. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengalihkan perhatian sejenak dari meja kerja dan menyeduh teh herbal yang bisa membantu menenangkan saraf, seperti teh chammomile, chrysanthemum, atau lemon balm. Jangan diberi gula supaya aromanya lebih terasa dan tubuh Anda tidak kemasukan ekstra kalori.

Sediakan waktu ngemil
Perubahan yang dilakukan secara bertahap biasanya akan lebih baik hasilnya ketimbang yang bersifat drastis. Sebelum bisa berhenti sama sekali, sediakan waktu khusus bagi Anda untuk ngemil. Misalnya, sembari menikmati teh di sore hari. Siapkan porsi kudapan sebelumnya supaya Anda tidak kebablasan melahap dalam jumlah banyak. Kalau bisa, pilih kudapan sehat, seperti buah atau sayuran segar.

Pilih kentang atau ubi rebus
Alternatif kudapan lainnya? Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti jagung atau kentang rebus (bukan goreng!), roti gandum, atau ubi rebus. Dibandingkan kue manis, keripik, atau wafer, makanan “berat” ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena sistem pencernaan memprosesnya dalam waktu lebih lama. Yang perlu digarisbawahi, atur porsinya supaya tidak sampai kebanyakan.

Matikan televisi
Selain bisa membuat Anda menjadi Miss Couch Potato (orang yang kerjanya menonton TV sambil ngemil di sofa) gara-gara kekurangan gerak, kebiasaan menonton televisi juga bisa meningkatkan keinginan Anda untuk ngemil. Selain nonton, Anda sama sekali pasif secara fisik sehingga terkadang tubuh terasa seperti meronta dan meminta Anda untuk melakukan sesuatu. Yang jadi masalah, seringkali “panggilan” itu ditafsirkan sebagai keinginan untuk ngemil. Makanya, batasi waktu Anda menonton televisi dan carilah kegiatan pengisi waktu luang yang sifatnya lebih aktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: